Visi dan Misi SMPK.St.Agnes:
Visi:Terbentuknya manusia yang beriman, berkepribadian mandiri
serta berpengetahuan yang dalam dan luas.
Misi:
Menggali/Menumbuh kembangkan potensi peserta didik.(1)
Membentuk pribadi yang berkarakter.(2)
Beriman dalam : Memberi kesaksian tentang nilai nilai hidup
Kristianidalam kehidupan bermasyarakat.(3)
Menghormati keragaman setiap pribadi.(4)
Mencintai alam
ciptaan Tuhan sebagai proses kehidupan(5)
Santa Agnes (291–304, diperingati
tiap tanggal 21 Januari) adalah seorang santa dan martir perawan dari Gereja
Katolik Roma dan Gereja-Gereja Katolik Timur. Dia juga diakui oleh Gereja
Inggris dan Komuni Anglikan serta oleh Ortodoksi Timur. Dia adalah salah satu
dari tujuh wanita, selain Santa Perawan Maria, yang diperingati dengan
disebutkan namanya dalam Kanon Misa. Dia adalah Santa Pelindung kemurnian, para
tukang kebun, anak-anak gadis, para pasangan yang telah bertunangan, para
korban pemerkosaan, dan para perawan.
Dia juga dikenal sebagai Santa
Agnes dari Roma dan Santa Ines. Tanggal peringatannya adalah 21 Januari.
Sebelumnya dia juga diperingati tiap tanggal 28 Januari. Tanggal peringatan
Santa Agnes yang kedua ini dihapuskan dalam reformasi Kalender Gereja setelah
Konsili Vatikan II. Sebagai penghormatan kepada Santa Agnes, ratusan gedung
Gereja dinamakan menurut namanya, termasuk dua gedung Gereja besar yang
terkenal dan sebuah Katedral Gereja Anglikan di Kyoto, Jepang. Dalam seni, dia
dilukiskan bersama seekor anak domba karena namanya memiliki kemiripan bunyi
dengan kata Latin agnus, yang artinya "anak domba." Nama
"Agnes" sebenarnya berasal dari adjektiva feminin dalam Bahasa
Yunani, yaitu hagnē (ἁγνή) yang artinya "bening, murni, suci."
Hrosvit dari Gandersheim menulis sebuah drama mengenai Santa Agnes pada abad
ke-10.
Menurut legenda, Santa Agnes
adalah seorang puteri bangsawan Roma yang lahir sekitar tahun 291 dan
dibesarkan dalam sebuah keluarga Kristiani. Dia wafat sebagai martir saat
berusia tiga belas tahun pada masa pemerintahan Kaisar Diocletianus, pada
tanggal 21 Januari 304. Prefek Sempronius berniat menikahkan Agnes dengan
puteranya. Karena ditolak niatnya, Sempronius menjatuhkan hukuman mati kepada
Agnes. Karena Hukum Romawi tidak memperbolehkan dilaksanakannya eksekusi
terhadap gadis perawan, maka Sempronius menyeret Agnes dalam keadaan telanjang
bulat sepanjang jalan ke sebuah rumah bordil. Ketika Agnes berdoa, rambutnya tumbuh
memanjang hingga menutupi tubuhnya. Konon semua pria yang mencoba memperkosanya
tiba-tiba menjadi buta. Dia kemudian digiring keluar dan diikatkan pada sebuah
tiang di atas tumpukan kayu bakar agar dibakar hidup-hidup, namun tumpukan kayu
bakar itu tidak dapat tersulut api, sehingga kepala pasukan eksekusi menghunus
pedangnya lalu memenggal kepala Agnes atau, menurut sejumlah naskah lain,
menetakkannya pada tenggorokan Agnes.
Beberapa hari sesudah kematiannya,
seorang gadis bernama Emerentiana didapati sedang berdoa di makam Agnes; gadis
itu mengaku sebagai puteri dari wanita yang menjadi ibu-susu Agnes, dan
kemudian tewas dirajam karena menolak meninggalkan makam itu dan karena
mempersalahkan kaum pagan sebagai pembunuh saudari sesusunya. Emerentiana
kemudian dikanonisasi pula. Tulang-tulang Agnes tersimpan dalam gedung Gereja
Sant'Agnese fuori le mura di Roma, yang dibangun di atas katakomba yang menjadi
tempat makam Agnes. Tengkoraknya tersimpan di sebuah kapel samping di gedung
Gereja Sant'Agnese in Agone di Piazza Navona, Roma.
Pada hari peringatan Agnes,
dilangsungkan sebuah kebiasaan yang menarik. Dua ekor anak domba dibawa dari
biara Trapis Tre Fontane di Roma kepada paus untuk diberkati. Pada hari Kamis
Putih, anak-anak domba itu dicukur bulunya. Bulu-bulu itu dipintal lalu ditenun
menjadi pallium yang dianugerahkan paus kepada uskup agung yang baru dilantik
sebagai tanda yurisdiksi dan persatuannya dengan sri paus. Santa Agnes adalah
santa pelindung anak-anak perempuan. Ada tradisi rakyat di Eropa untuk menyuruh
anak-anak perempuan melakukan ritual-ritual tertentu pada Malam Santa Agnes
(20–21 Januari) agar dapat menemukan jodoh mereka. Kepercayaan tahyul ini
diabadikan dalam puisi John Keats, "Malam Santa Agnes" (The Eve of
Saint Agnes).
� Menggali/Menumbuh kembangkan potensi peserta didik.
� Membentuk pribadi yang berkarakter.
� Beriman dalam : Memberi kesaksian tentang nilai nilai hidup Kristiani�dalam kehidupan bermasyarakat.
� Menghormati keragaman setiap pribadi.
� Mencintai alam ciptaan Tuhan sebagai proses kehidupan.
Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
� Menggali/Menumbuh kembangkan potensi peserta didik.
� Membentuk pribadi yang berkarakter.
� Beriman dalam : Memberi kesaksian tentang nilai nilai hidup Kristiani�dalam kehidupan bermasyarakat.
� Menghormati keragaman setiap pribadi.
� Mencintai alam ciptaan Tuhan sebagai proses kehidupan.
Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
1





0 komentar:
Posting Komentar