Natal (dari
bahasa Portugis yang berarti "kelahiran") adalah hari raya umat
Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25
Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam
kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25
Desember.
Makna Natal Bagi Hidup Kita
Hidup manusia dimulai dengan kelahiran. Di zaman yang
modern ini, pada umumnya bayi-bayi lahir dengan keadaan yang serba
berkecukupan, bahkan berkelimpahan.
Mereka lahir di dalam rumah mewah, atau dalam rumah sakit yang elit, lengkap
dengan peralatan medis yang mutakhir.
Mereka tidak mengenal arti sebuah penderitaan dalam keadaan miskin dan
papa. Bagaimana dengan bayi-bayi yang lahir dalam keadaan miskin dan dalam
keadaan tersingkir? Bayi-bayi yang lahir produk perbuatan tak terpuji orang
tuanya? Bayi yang dibuang atau bayi yang diletakkan begitu saja di depan pintu
panti asuhan bayi dan anak Pondok si Boncel? Bayi-bayi yang lahir di kolong
jembatan, bayi-bayi yang lahir di semrawutnya kampung yang kumuh dan kotor?
Bahkan lebih telak lagi, bayi yang diabortus karena orang tuanya, entah ibu
atau ayahnya atau keduanya tak mau bertanggung jawab? Mari kita kembali
merenungkan makna Natal dalam hidup kita.
Damai Sejahtera Natal
Kehidupan
yang damai sejahtera merupakan dambaan setiap orang. Masalahnya adalah, di
dunia ini tidak pernah kita temukan apa yang dimaksuda Damai Sejahtera itu.
Bagi dunia, damai sejahtera selalu bersifat sementara, dan kita tidak tahu apa
yang bakal terjadi hari esok. Manusia hidup di tengah pengharapan yang tidak
pasti. Itu sebabnya Tuhan Allah yang Pengasihi itu merencanakan suatu Jalan
Keselematan bagi manusia.
Yohanes 3 :16 Merupakan suatu bukti bahwa
Tuhan Allah itu mengasihi kita umat manusia, dan kasihNya itu begitu besar,
sehingga Ia mengaruniakan anakNya yang Tunggal, supaya setiap orang yang
percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal bersama
dengan Tuhan Yesus di Sorga. Janji ini
bukan sekadar omong kosong. tetapi suatu janji yang pasti.
Mukjizat Natal
Kisah nyata
ini terjadi di malam Natal pada saat perang dunia ke-satu di tahun 1914,
tepatnya di front perang bagian barat di Eropa. Pada saat tersebut tentara
Perancis, Inggris dan Jerman saling baku tembak satu dengan yang lain.
Di malam
Natal yang dingin dan gelap begini, hampir setiap prajurit merasa sudah bosan
dan muak untuk berperang, apalagi telah berbulan bulan mereka meninggalkan
rumah mereka, jauh dari istri, anak maupun orang tuanya.Yang tadinya lawan
sekarang menjadi kawan, sambil saling berpelukan mereka menyanyikan bersama
lagu Malam Kudus dalam bahasanya masing - masing, di sinilah rasa damai dan
sukacita benar - benar terjadi. Setelah itu, mereka meneruskan menyanyi bersama
dengan lagu Adeste Fideles (Hai Mari Berhimpun), mereka berhimpun bersama,
tidak ada lagi perbedaan pangkat, derajat, usia maupun bangsa, bahkan perasaan
bermusuhanpun hilang dengan sendirinya.
Mereka
berhimpun bersama dengan musuh mereka yang seyogianya harus saling tembak,
membunuh satu dengan yang lain, tetapi entah kenapa dalam suasana Natal
tersebut mereka ternyata bisa berkumpul dan menyembah bersama kelahiran-Nya,
Sang Juru Selamat. Rupanya inilah mukjizat Natal yang benar - benar bisa
membawa suasana damai di malam yang suci.Matius 5:9 Berbahagialah orang yang
membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Natal: Pemberian Terbesar
Tanpa terasa
Natal telah kembali menyapa kita. Berbagai
acara telah dipersiapkan menyambut hari istimewa ini. Pusat-pusat perbelanjaan
sibuk mendandani dirinya dengan berbagai ornament Natal yang menarik yang
diharapkan dapat menarik perhatian pengunjung. Tak ketinggalan Stasiun-stasiun
TV menawarkan berbagai program acara yang menarik perhatian pemirsanya.



0 komentar:
Posting Komentar